Bebitang Makanan Balita

Bahan-bahan produksi pangan beku: • daging ayam broiler segar. • keju pro cheese. Keju merek ini dipilih lantaran rasanya tidak terlalu asin. Dalam seminggu dibutuhkan sekitar 6 kg keju. • tepung segitiga biru. Tepung ini cocok untuk bahan pangan balita.

Cara pembuatan: sama dengan pembuatan masakan katering dan frozen food pada umumnya, namun dengan proses yang sehat.

Harga jual: pangan beku: rp 30.000 – rp 40.000 per pack. Katering: rp 150.000 per tiga hari dan rp 265.000 per lima hari.

Deskripsi produk: diproduksi tanpa msg dan bahan pengawet. Rasanya disesuaikan dengan lidah balita. Katering: makanan sehat dan tampilannya menarik untuk balita.

Besarkan Bisnis Katering Balita dari Jasa SEO Semarang

Besarkan Bisnis Katering Balita dari Jasa SEO Semarang. Sukses berbisnis tak jarang berawal dari masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Itu pula yang dialami Neura Azzahra dalam menjalankan bisnis masakan dan frozen food (pangan beku) untuk balita.

BERANGKAT kebutuhan makanan balita yang higienis untuk anak adiknya, Nandra Janniata, yang dititipkan kepadanya, muncul gagasan dalam dari diri Neura Azzahra untuk membuka usaha katering khusus untuk balita. Gagasan ini kemudian diwujudkannya bersama Nandra, pada September 2010. Ia menawarkan menu katering untuk makan siang, makan malam, dan selingan. Dengan menggunakan merek Bebitang, usahanya berkembang dengan membuat pangan beku khusus balita. Jenisnya antara lain nugget, sosis, bakso, kroket, siomay, dan bitterballen.

Produk-produk tersebut dipasarkan melalui direct selling dan melalui modern market Total Buah. Ia juga menyediakan konsumsi untuk event tertentu macam pesta ulang tahun. Bentuk konsumsinya bisa bento atau tumpeng karakter. Dari usaha ini ia bisa menjaring omzet Rp 50 juta per bulan. Pendapatan terbesar berasal dari pangan beku, yakni sekitar 50%. Selebihnya, 30% ia dapatkan dari katering dan 20% dari konsumsi event. Dari total pendapatan itu ia memperoleh keuntungan sekitar 30%.

AREA KONSUMEN TERPAKSA DIBATASI

Ketika memulai usaha katering, Neura membidik konsumen orang tua balita yang berdomisili dekat rumahnya. Perlahan tapi pasti jumlah konsumennya bertambah. Mereka umumnya dari kalangan menengah ke atas. “Karena saya melihat, kesadaran untuk memberikan makanan yang sehat untuk balita ada di kalangan menengah ke atas,” jelas mantan pramugari ini. Namun Sukses berbisnis tak jarang berawal dari masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

Itu pula yang dialami Neura Azzahra dalam menjalankan bisnis masakan dan frozen food (pangan beku) untuk balita. ia tetap membatasi wilayah domisili konsumennya, yakni wilayah Bintaro, Bumi Serpong Damai (BSD), dan sekitarnya. “Sampai saat ini pun area konsumen masih kami batasi. Kalau di luar area Bintaro, BSD dan sekitarnya, takutnya tidak terkejar,” tutur Neura. Untuk mempromosikan usaha kateringnya ia menggunakan media internet yang gratis.