Membangun Sikap Asertif

Di usia prasekolah, sebetulnya anak dapat dilatih untuk mampu mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi berbagai situasi. Sering melihat anak diam saja saat mainan- nya direbut oleh temannya? Atau malah sebaliknya, anak sering marah-marah saat kakaknya meminjam barang miliknya? Mungkin ini sudah waktunya si prasekolah belajar bersikap asertif.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Kenapa perlu dipelajari? Sebab, sikap asertif ini tidak terbentuk begitu saja ataupun bawaan lahir. Sikap asertif adalah sikap yang perlu dipelajari dan dibiasakan sejak dini. Menurut Lisa M. Schab, LCSW, penulis Cool, Calm and Confident: A Workbook to Help Kids Learn Assertiveness Skills, bersikap asertif merupakan gaya komunikasi yang paling sehat. Bersikap asertif berarti kita mengakui dan memperjuangkan hak kita, dan pada saat bersamaan kita pun mengakui dan menghormati hak orang lain.

Bersikap asertif bisa diterapkan dalam berbagai situasi, sekaligus membantu anak membangun harga diri positif dan membina hubungan yang sehat dengan orang lain. Memang tidak mudah untuk mengajari si prasekolah bersikap asertif. Apalagi di usia ini anak cenderung ingin mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa kesulitan ataupun tantangan berarti. Namun, mengajari anak bersikap asertif penting, sehingga anak bisa menjaga dan melindungi dirinya sendiri. Pada akhirnya, anak harus dilatih untuk mampu mengandalkan dirinya sendiri dalam berbagai situasi, termasuk kapan ia harus mengalah, kapan ia harus membela dirinya sendiri.

MERESPONS TEPAT Sebelum kita mengajarinya, ada tiga cara merespons sesuatu, yakni bersikap pasif, agresif, atau asertif, seperti dijelaskan berikut. * Pasif: menganggap hak atau kepentingan orang lain berada di atas kepentingan kita. * Agresif: menganggap hak atau kepentingan orang lain berada di bawah kepentingan kita. * Asertif: menempatkan hak atau kepentingan orang lain dan kita setara. Contoh sikap pasif, saat anak diejek temannya, ia berkata, “Aku sih memang payah, makanya temanteman nggak mau main sama aku.” Sementara si- 24 kap agresif, saat anak diejek, ia akan membalas saat itu juga, “Kamu juga jelek! Apaan tuh masa main begituan!”

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *