Pudar Wangi Pierre Cardin Bag6

Namun, menurut majelis hakim, penggunaan nama yang sama tak bisa jadi bukti bahwa Alexander sengaja mencari untung dengan membonceng ketenaran Pierre Cardin. Gagal di Pengadilan Niaga, Pierre Cardin mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada September 2015. Menurut Ludiyanto, amunisi yang mereka gunakan masih sama. Mereka berkukuh menuduh Alexander sengaja mencari untung dengan menumpang pada nama Pierre Cardin yang terkenal.

”Ini sama halnya seperti pembajakan,” ujar Ludiyanto. Pada November 2015, Mahkamah Agung menolak kasasi Pierre Cardin Paris. Majelis hakim mengiyakan pembelaan Alexander soal tidak adanya niat mendompleng. Menurut hakim, Alexander membuat pembeda dengan mencantumkan ”product by PT Gudang Rejeki”. Karena ada ”pembeda”, hakim menganggap unsur iktikad buruk yang ditudingkan Pierre Cardin tak terbukti.

Membangun Sikap Asertif

Di usia prasekolah, sebetulnya anak dapat dilatih untuk mampu mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi berbagai situasi. Sering melihat anak diam saja saat mainan- nya direbut oleh temannya? Atau malah sebaliknya, anak sering marah-marah saat kakaknya meminjam barang miliknya? Mungkin ini sudah waktunya si prasekolah belajar bersikap asertif.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Kenapa perlu dipelajari? Sebab, sikap asertif ini tidak terbentuk begitu saja ataupun bawaan lahir. Sikap asertif adalah sikap yang perlu dipelajari dan dibiasakan sejak dini. Menurut Lisa M. Schab, LCSW, penulis Cool, Calm and Confident: A Workbook to Help Kids Learn Assertiveness Skills, bersikap asertif merupakan gaya komunikasi yang paling sehat. Bersikap asertif berarti kita mengakui dan memperjuangkan hak kita, dan pada saat bersamaan kita pun mengakui dan menghormati hak orang lain.

Bersikap asertif bisa diterapkan dalam berbagai situasi, sekaligus membantu anak membangun harga diri positif dan membina hubungan yang sehat dengan orang lain. Memang tidak mudah untuk mengajari si prasekolah bersikap asertif. Apalagi di usia ini anak cenderung ingin mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa kesulitan ataupun tantangan berarti. Namun, mengajari anak bersikap asertif penting, sehingga anak bisa menjaga dan melindungi dirinya sendiri. Pada akhirnya, anak harus dilatih untuk mampu mengandalkan dirinya sendiri dalam berbagai situasi, termasuk kapan ia harus mengalah, kapan ia harus membela dirinya sendiri.

MERESPONS TEPAT Sebelum kita mengajarinya, ada tiga cara merespons sesuatu, yakni bersikap pasif, agresif, atau asertif, seperti dijelaskan berikut. * Pasif: menganggap hak atau kepentingan orang lain berada di atas kepentingan kita. * Agresif: menganggap hak atau kepentingan orang lain berada di bawah kepentingan kita. * Asertif: menempatkan hak atau kepentingan orang lain dan kita setara. Contoh sikap pasif, saat anak diejek temannya, ia berkata, “Aku sih memang payah, makanya temanteman nggak mau main sama aku.” Sementara si- 24 kap agresif, saat anak diejek, ia akan membalas saat itu juga, “Kamu juga jelek! Apaan tuh masa main begituan!”

Sumber : https://pascal-edu.com/

Testpack Untuk Deteksi Kanker Bag2

Bagaimanapun, testpack adalah alat ukur kualitatif, hanya bisa memberikan informasi positif atau negatif, tidak bisa lebih dari itu. Untuk akurasi, bergantung pada produk, tetapi hampir semua testpack kehamilan memiliki sensitivitasdan spesivisitas di atas 90% dalam interpretasi kadar HCG. Namun, lagilagi, lantaran testpack hanya alat ukur kualitatif, maka tidak bisa diandalkan untuk menegakkan diagnosis atau kelainan.

Lalu, bagaimana mengetahui hasil positif dari testpack itu bukan suatu kehamilan tapi justru masalah kesehatan lain? Tentu dibutuhkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang lebih lanjut untuk memastikannya. Jadi, setelah mendapati hasil positif pada testpack kehamilan, Mama disarankan segera menemui dokter guna memastikan kehamilan dan menyingkirkan masalah kesehatan lainnya. Begitu pun bila Papa yang menggunakan testpack tersebut dan hasilnya positif, segera konsultasikan ke dokter.

Testpack Untuk Deteksi Kanker

Semua keadaan yang menyebabkan peningkatan hormon HCG dapat memberikan hasil positif pada testpack kehamilan. Adalah Byron Geldard, remaja laki-laki asal Amerika Serikat yang iseng menggunakan testpack hasilnya positif! Tentu, kehamilan dan bukan berarti ia positif hamil, karena setelah memeriksakan diri ke dokter, ternyata ia didiagnosis menderita tumor kecil di salah satu testisnya. Bagaimana bisa testpack kehamilan mendeteksi tumor/kanker testis?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Begini penjelasannya. Secara prinsip, testpack kehamilan bekerja untuk mendeteksi hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) di dalam urine. Maka, kehamilan dan juga keadaan-keadaan lain yang berhubungan dengan kenaikan kadar HCG di dalam tubuh akan menunjukkan hasil positif pada uji testpack . Nah, beberapa jenis sel kanker, termasuk kanker testis, akan menghasilkan senyawa spesifik yang bisa berupa enzim, protein, hormon, antigen, atau senyawa lain. Senyawa spesifik tersebut diistilahkan dengan penanda tumor dan digunakan untuk deteksi suatu kanker.

Kanker testis sendiri ada beberapa jenis, yaitu: seminoma, embrional, yolk sac, koriokarsinoma, dan teratoma. Namun, tidak semua jenis kanker testis tersebut menghasilkan hormon HCG sebagai penanda tumor. Untuk jenis koriokarsinoma hampir selalu menyebabkan peningkatan HCG, namun yolk sac dan teratoma tidak menyebabkan kenaikan HCG. Sedangkan jenis seminoma dan embrional ada kalanya menyebabkan peningkatan HCG. Jadi, tidak selalu testpack kehamilan bisa mendeteksi kanker testis, ya, Mama Papa. POSITIF = HCG TERDETEKSI Lebih tepatnya begini.

Semua keadaan yang menyebabkan peningkatan hormon HCG dapat memberikan hasil positif pada testpack kehamilan. Yang pertama tentu saja kehamilan, baik kehamilan di dalam rahim (normal) maupun kehamilan di luar rahim (tidak normal). Kemudian, hamil anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas juga memberikan hasil positif. Yang juga mungkin (meski tidak selalu) memberikan hasil positif, yaitu germ cell tumour seperti kanker testis atau kanker ovarium.

Dengan demikian dapat disimpulkan, yang dimaksud dengan hasil negatif adalah tidak terdeteksinya hormon HCG dalam urine dan hasil positif adalah terdeteksinya hormon HCG dalam urine. Untuk Mama, bisa jadi hasil positif itu pertanda kehamilan, tapi bisa juga karena ada keganasan. Sementara pada Papa, hasil postif yang ditunjukkan oleh testpack bisa menjadi pertanda, mungkin ada suatu keganasan pula pada testisnya.

sumber : https://ausbildung.co.id/