Testpack Untuk Deteksi Kanker Bag2

Bagaimanapun, testpack adalah alat ukur kualitatif, hanya bisa memberikan informasi positif atau negatif, tidak bisa lebih dari itu. Untuk akurasi, bergantung pada produk, tetapi hampir semua testpack kehamilan memiliki sensitivitasdan spesivisitas di atas 90% dalam interpretasi kadar HCG. Namun, lagilagi, lantaran testpack hanya alat ukur kualitatif, maka tidak bisa diandalkan untuk menegakkan diagnosis atau kelainan.

Lalu, bagaimana mengetahui hasil positif dari testpack itu bukan suatu kehamilan tapi justru masalah kesehatan lain? Tentu dibutuhkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang lebih lanjut untuk memastikannya. Jadi, setelah mendapati hasil positif pada testpack kehamilan, Mama disarankan segera menemui dokter guna memastikan kehamilan dan menyingkirkan masalah kesehatan lainnya. Begitu pun bila Papa yang menggunakan testpack tersebut dan hasilnya positif, segera konsultasikan ke dokter.

Testpack Untuk Deteksi Kanker

Semua keadaan yang menyebabkan peningkatan hormon HCG dapat memberikan hasil positif pada testpack kehamilan. Adalah Byron Geldard, remaja laki-laki asal Amerika Serikat yang iseng menggunakan testpack hasilnya positif! Tentu, kehamilan dan bukan berarti ia positif hamil, karena setelah memeriksakan diri ke dokter, ternyata ia didiagnosis menderita tumor kecil di salah satu testisnya. Bagaimana bisa testpack kehamilan mendeteksi tumor/kanker testis?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Begini penjelasannya. Secara prinsip, testpack kehamilan bekerja untuk mendeteksi hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) di dalam urine. Maka, kehamilan dan juga keadaan-keadaan lain yang berhubungan dengan kenaikan kadar HCG di dalam tubuh akan menunjukkan hasil positif pada uji testpack . Nah, beberapa jenis sel kanker, termasuk kanker testis, akan menghasilkan senyawa spesifik yang bisa berupa enzim, protein, hormon, antigen, atau senyawa lain. Senyawa spesifik tersebut diistilahkan dengan penanda tumor dan digunakan untuk deteksi suatu kanker.

Kanker testis sendiri ada beberapa jenis, yaitu: seminoma, embrional, yolk sac, koriokarsinoma, dan teratoma. Namun, tidak semua jenis kanker testis tersebut menghasilkan hormon HCG sebagai penanda tumor. Untuk jenis koriokarsinoma hampir selalu menyebabkan peningkatan HCG, namun yolk sac dan teratoma tidak menyebabkan kenaikan HCG. Sedangkan jenis seminoma dan embrional ada kalanya menyebabkan peningkatan HCG. Jadi, tidak selalu testpack kehamilan bisa mendeteksi kanker testis, ya, Mama Papa. POSITIF = HCG TERDETEKSI Lebih tepatnya begini.

Semua keadaan yang menyebabkan peningkatan hormon HCG dapat memberikan hasil positif pada testpack kehamilan. Yang pertama tentu saja kehamilan, baik kehamilan di dalam rahim (normal) maupun kehamilan di luar rahim (tidak normal). Kemudian, hamil anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas juga memberikan hasil positif. Yang juga mungkin (meski tidak selalu) memberikan hasil positif, yaitu germ cell tumour seperti kanker testis atau kanker ovarium.

Dengan demikian dapat disimpulkan, yang dimaksud dengan hasil negatif adalah tidak terdeteksinya hormon HCG dalam urine dan hasil positif adalah terdeteksinya hormon HCG dalam urine. Untuk Mama, bisa jadi hasil positif itu pertanda kehamilan, tapi bisa juga karena ada keganasan. Sementara pada Papa, hasil postif yang ditunjukkan oleh testpack bisa menjadi pertanda, mungkin ada suatu keganasan pula pada testisnya.

sumber : https://ausbildung.co.id/