Ikuti Seminar Peter Pan Syndrome & Cinderella Complex Bag2

Cinderella Complex tidak jauh berbeda, yaitu sindrom yang dialami seorang anak perempuan di mana ia memiliki ketakutan tersembunyi untuk menjadi dewasa. Hal ini disebabkan anak terbiasa hidup enak, selalu dilindungi, dimanjakan oleh ayahnya sehingga ia memimpikan untuk mendapatkan suami yang seperti ayahnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Selain itu, anak yang tumbuh dengan cinderella complex punya keinginan untuk selalu diselamatkan, dilndungi, dan disayang. Seakan-akan ada “pangeran” yang akan meminang dan menjadi pasangannya. Dengan pola asuh yang salah dari orangtua, seperti memanjakan dan membela anak laki-lakinya setiap melakukan kesalahan akan sangat potensial membentuk karakter laki-laki dengan ciri Peter Pan.

Sementara anak perempuan dengan ciri Cinderella tidak dididik untuk menerima kenyataan hidup dan diberi banyak mimpi mengenai kisah “happy ending” bersama sang pangeran sehingga apabila terbentur dalam sebuah permasalahan ia selalu berharap akan datang keajaiban, yaitu seseorang yang akan muncul dalam hidupnya untuk menyelesaikan semua persoalanpersoalan tersebut. Ia tidak memahami bahwa “happy ending” sebetulnya merupakan “reward” dari “a long and winding journey of struggling”.

Kedua karakter ini di masa depan akan mengontribusi dunia dengan generasi yang memiliki AQ (Advertsity Quotient) yang sangat rendah. Anak–anak yang membawa sindrom ini kelak dewasa dan menikah akan membawa kebiasaan mereka dalam kehidupan pernikahan. Mereka kelak saling menuntut pasangannya untuk memanjakan mereka dan memenuhi semua keinginan mereka. Jika pasangannya menolak sedikit saja atau tidak dapat memenuhi permintaan, maka ia akan marah dan kecewa, tanpa pernah bertekad mencari solusi bersama pas. Inilah yang menjadi benih keretakan rumah tangga yang akan berujung pada perceraian.

Mereka yang tumbuh dengan sindrom ini tidak memiliki cukup AQ untuk mengupayakan kehidupan yang lebih baik. AQ adalah kecerdasan untuk bertahan dan mengatasi setiap kesulitan hidup lewat perjuangan. Dengan AQ ditentukan kadar kemampuan orang mengatasi kemelut tanpa menjadi putus asa. So, smart parents mau dibawa ke mana pola asuh yang kita terapkan di rumah sepenuhnya adalah hak kita. Tetapi untuk membentuk anak yang tangguh, kita perlu banyak belajar, usaha, dan sabar. Sebelum bicara tentang AQ untuk anak, mari berkaca dan meyakini sudah sejauh mana kita mengembangkan AQ diri kita, dan berusaha meningkatkannya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *